Di wilayah Tila telah berdiri sebuah Kelompok Study Tabung (KST) yang dibentuk oleh Tim BK3D Sumba dengan nama KST Maliti Lalo, yang diketuai oleh Bapak Petrus Malo Kadu. Dalam perjalanannya, KST Maliti Lalo mengalami kemacetan; para anggota tidak lagi menabung dan kegiatan kelompok praktis terhenti.
Melihat kondisi tersebut, Ketua Pengurus KST Maliti Lalo bersama Bapak Yohanes Ngongo (Guru Agama Katolik Stasi Mareda Wuni), Bapak Markus Bulu Dangga, dan Bapak Antonius K. Bili bersepakat untuk mengadakan rapat bersama anggota dengan tujuan mengaktifkan kembali KST tersebut. Namun, setelah beberapa kali penentuan waktu pertemuan, tidak ada satu pun anggota yang hadir.
Dalam situasi itu, Bapak Yohanes Ngongo, yang pada saat yang sama telah menjadi anggota CU Ande Ate, mengajak Bapak Antonius K. Bili, Bapak Petrus Malo Kadu, dan Bapak Markus Bulu Dangga untuk mendirikan sebuah Credit Union baru di Stasi Mareda Wuni. Sejak awal Maret 1996, mereka mulai melaksanakan pertemuan-pertemuan persiapan yang bertempat di Gereja Katolik Stasi Mareda Wuni.
Puncaknya, pada tanggal 17 Maret 1996, bertempat di Gereja Katolik Stasi Mareda Wuni, sebanyak 49 orang bersepakat untuk mendirikan sebuah Credit Union yang pada tahap awal masih berbentuk Kelompok Study Tabung (KST). Kelompok ini diberi nama KST Mera Ndi Ate. Nama tersebut dicetuskan oleh salah satu pendiri, yaitu Bapak Egidius Bulu Bani. Dalam bahasa daerah Wewewa, Mera Ndi Ate berarti menyamakan hati atau menyatukan hati, yang mencerminkan semangat kebersamaan dan solidaritas para pendiri serta anggota.
Pada hari pendirian tersebut, para peserta rapat juga menetapkan susunan Pengurus dan Pengawas, serta menentukan simpanan awal sebagai syarat menjadi anggota. Bapak Yohanes Ngongo ditetapkan sebagai Ketua Pengurus, dan Bapak Andreas Ng. B. Ole sebagai Ketua Pengawas. Simpanan awal anggota ditetapkan sebesar Rp13.500, dan wilayah kerja KST Mera Ndi Ate ditetapkan meliputi wilayah Stasi Mareda Wuni.
Dari simpanan awal para anggota tersebut, terkumpul modal awal sebesar Rp 661.000, yang menjadi dasar permodalan pertama KST Mera Ndi Ate.Sejak saat itu, KST Mera Ndi Ate mulai beroperasi dengan pengelolaan yang masih sangat terbatas. Pada masa-masa awal, sangat sulit mengajak umat untuk menjadi anggota. Pelayanan hanya dilakukan oleh para pengurus satu kali dalam sebulan, yaitu pada hari Minggu setelah ibadat atau misa.
Pada bulan Maret 1997, KST Mera Ndi Ate melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang pertama. Setelah RAT tersebut, Tim dari BK3D Sumba melakukan audit terhadap KST Mera Ndi Ate. Berdasarkan hasil audit, KST Mera Ndi Ate dinyatakan berhasil dan layak dikembangkan. Sejak saat itu, status KST Me ra Ndi Ate ditingkatkan menjadi CU Mera Ndi Ate dan berada di bawah naungan BK3D Sumba.
Meskipun wilayah kerja kemudian diperluas hingga mencakup seluruh wilayah Kabupaten Sumba Barat, pertumbuhan keanggotaan tetap berjalan sangat lambat. Dalam kurun waktu yang panjang, penambahan anggota terjadi secara minimal dan tidak signifikan, sehingga perkembangan kelembagaan dan permodalan koperasi berlangsung secara terbatas.
Situasi stagnasi tersebut baru mengalami perubahan pada tahun 2010, ketika Pengurus mengambil kebijakan strategis dengan “membuka sayap” KSP CU Mera Ndi Ate untuk semua kalangan, tanpa membedakan latar belakang sosial, ekonomi, maupun agama. Kebijakan ini dimaksudkan untuk memperluas basis keanggotaan, memperkuat permodalan koperasi, serta memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat umum. Sejak kebijakan ini diberlakukan, pertumbuhan jumlah anggota mulai menunjukkan peningkatan yang lebih berarti.
Pada bulan April 2010, Pengurus mengangkat staf untuk melaksanakan pelayanan secara rutin setiap hari kerja. Selanjutnya, pada bulan Desember 2010, KSP CU Mera Ndi Ate memperoleh legalitas badan hukum dari Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya dengan Nomor Badan Hukum 05/BH/XXIX.17/XII/2010.
Pada tahun 2012, pelayanan KSP CU Mera Ndi Ate mulai dilakukan di kantor baru yang beralamat di Jalan Lintas Provinsi, Desa Wee Patando, Kecamatan Wewewa Tengah, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur.
Hingga saat ini, KSP CU Mera Ndi Ate terus berkembang, baik dari segi jumlah anggota maupun jumlah aset, serta tetap berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan anggota melalui semangat kebersamaan, solidaritas, dan pelayanan keuangan yang bertanggung jawab.
© 2026 All Rights Reserved.